Sunday, September 30, 2012

11:47 PM
Pasar komputer All-In-One memang tergolong baru. Namun konsep komputer meja dengan desain keren ini terbukti memiliki peminat yang semakin bertambah. Lenovo membuat terobosan menarik dengan mengeluarkan seri A720 yang mengemas berbagai inovasi keren.

Konsep dan desain
Lenovo IdeaCentre A720 ini memiliki ukuran layar paling tipis di antara komputer AIO dengan layar 27 inci yang ada saat ini. Ketebalan layarnya hanya 24,5 mm — lebih tipis dibanding iMac. Rahasia ketipisan ini terletak di bagian stand yang menyimpan sebagian besar perangkat keras A720. Desain stand yang relatif besar inilah yang menopang A720 agar tetap berdiri mantap di meja Anda.

Selain tipis, layar 27 inci milik A720 juga terlihat menarik dengan desain frameless (tanpa bingkai) yang cukup inovatif. Yang dimaksud dengan frameless di sini adalah bagian bezel dari layar A720 dibuat rata dengan layar sehingga layar terasa lebih lebar. 

Tetapi Lenovo masih memiliki sebuah trik keren lain yang tidak dimiliki oleh pesaingnya. Layar tersebut dapat dilipat sampai mendatar seperti sebuah meja. Dengan posisi ini, kita dapat memainkan beberapa permainan seperti Air Hockey, ataupun bermain piano virtual bersama anggota keluarga di rumah. Hebatnya lagi, dalam posisi apa pun, tampilan layarnya masih terlihat jelas.
Di bagian konektivitas, Lenovo menyematkan beragam port yang lengkap, meliputi dua buah USB 2.0, dua buah USB 3.0, sebuah Multi Card reader, HDMI out dan HDMI in, audio jack, dan TV Tuner.

Fitur

Untuk menikmati pengalaman layar sentuh A720 lebih lengkap dan mudah, Lenovo menyertakan sebuah aplikasi yang dinamakan IdeaTouch. 

Di dalamnya, pengguna akan disuguhi beragam hiburan seperti game, pemutar musik, dan aplikasi-aplikasi lain yang memanfaatkan kendali sentuhnya. Contohnya ARC Photostudio Paint yang mampu memanfaatkan kendali sentuh A720 dengan baik.

Lenovo juga menyertakan beberapa fitur pelengkap yang menarik. Salah satu diantaranya adalah VeriTouch yang merupakan fitur pengaman alternatif selain password dan pengenal wajah VeriFace. Fitur ini mengingatkan kami kepada layar kunci smartphone atau tablet.

Beralih ke layar 27 incinya, kami cukup senang melihat pengaturan kecerahan dan mode tampilan layar di bagian kanan bawah layar yang dikendalikan dengan sentuhan jari. Di bagian ini juga, terdapat kendali untuk berpindah fungsi ke TV tuner atau HDMI.

Di dalam AIO PC terbaru mereka, Lenovo menanamkan fitur unggulan mereka yang telah disempurnakan yakni Enhanced Experience 3.0. Fitur ini diklaim mampu mempercepat kinerja komputer terutama saat menyala. Walau tidak secepat yang dikatakan Lenovo, tapi A720 mampu menyelesaikan booting awal dalam waktu 27 detik saja.

Kinerja

Bermodalkan prosesor quad core Intel Core i7-3610QM yang didukung oleh RAM 8GB dan kartu grafis Nvidia GeForce GT630M 2GB, IdeaCentre ini tampak siap untuk menghadapi ujian-ujian kami.

Pertama kami menjalankan aplikasi benchmark 3DMark06 untuk melihat kemampuan rendering 3D A720. Melihat skornya sebesar 9471, kami cukup puas sekaligus penasaran akan kemampuan gamingnya secara nyata. Maka kami menginstall Batman: Arkham City yang notabene cukup menguji kehebatan kartu grafis PC.

Agar ada bayangan seperti apa performanya, kami menjalankan benchmark yang ada di game dengan setting grafis paling tinggi di DirectX 9. Paduan prosesor Core i7 dan GeForce GT630M ini menghasilkan rata-rata 23fps — tidak mengecewakan, walau tidak sehebat yang kami kira sebelumnya. Namun saat mencobanya langsung, fps turun hingga 15-20fps saja ketika Batman menghadapi banyak musuh sekaligus.

Untuk menguji kemampuan prosesor Intel Core generasi ketiga A720, kami membuka Adobe Premiere Pro CS5 dan memasukan ratusan klip AVCHD dengan durasi total sekitar 17 menit. Tanpa melakukan banyak penyuntingan, semua klip tersebut kami gabung dan dirender dalam format h.264. Melihat IdeaCentre A720 mampu menyelesaikannya dalam waktu kurang lebih 20 menit saja, kami pun merasa puas dengan kinerjanya.

Dalam urusan menikmati multimedia, layar 27 inci dengan resolusi full HD A720 terasa sangat memuaskan. Layarnya sangat terang dan mampu menghasilkan warna yang terlihat hidup. Walau karena ukurannya yang besar, banyak icon yang terlihat kurang tajam dan perlu jarak tertentu untuk dapat menonton film HD secara optimal.

Suara yang dihasilkan speaker stereo juga bertenaga. Namun kami tetap menyarankan untuk menggunakan speaker PC tambahan karena tanpa adanya subwoofer, menonton ataupun mendengarkan musik terasa kurang asyik.

Kesimpulan
Pertama kali melihatnya, IdeaCentre A720 memang sudah memikat hati dengan desain super tipis serta kemampuan layarnya yang dapat dilipat hingga rata. Tidak hanya itu, layar sentuhnya juga sangat responsif dalam membaca input jari hingga 10 titik sekaligus. Inilah yang menjadi kekuatan utamanya untuk bersinar di antara pesaing.

Dengan spesifikasi yang premium, performa A720 memang tidak perlu diragukan lagi untuk menjalankan berbagai aplikasi bahkan yang membutuhkan kinerja grafis tinggi sekalipun. Namun tidak ada produk yang sempurna. Resolusi 1920×1080 di layar 27 inci terasa kurang, speaker standar, kualitas mouse dan keyboard bawaannya agak timpang jika dibandingkan kualitas unit utamanya. 

Jika ada satu kekurangan besar adalah sistem operasinya. Windows 7 memang tidak dirancang untuk digunakan dengan layar sentuh, maka tak heran jika kami lebih sering menggunakan keyboard dan mouse. Untungnya ada program untuk upgrade ke Windows 8 hanya dengan menambah $ 14,99.

Secara keseluruhan, Lenovo IdeaCenter A720 layak menjadi pertimbangan bagi Anda yang mencari komputer AIO 27 inci dengan desain keren, kinerja handal dan fitur inovatif. Tentunya jika Anda tidak keberatan dengan harganya yang mencapai Rp 18,9 juta.

Kelebihan
+ Layar sentuh responsif serta akurat dengan dukungan layar ganda hingga 10 jari
+ Layar full HD cukup tajam dan sangat terang
+ Desain tipis
+ Desain layar putar yang jarang ditemukan di komputer lain
+ Koneksi yang diberikan lengkap

Kekurangan
- Saturasi warna kurang hidup
- Suaranya kurang jernih, terlalu cempreng
- Keyboard dan mouse bawaan biasa saja

0 comments:

Post a Comment